Foto
ini diambil oleh kakak saya pas setelah shalat idul Fitri bersama keluarga
besar, sekitar setahun yang lalu ketika merayakan hari lebaran. Waktu itu saya
pulang kampung cuma beberapa hari saja. Saat itu, saya kakak dan ibu
menyempatkan diri untuk foto bersama. Jujur, saya jarang berfoto bersama ibu.
Selama
ini (semenjak kuliah di makassar), saya merasa tidak begitu dekat dengan mammi
(panggilan ibu buat ku). Mungkin karena saya terlalu sibuk dengan urusan-urusan
saya di kampus (organisasi dan Akademik). Setiap hari mami selalu menelpon,
tapi bukan ke nomor anak keduanya ini, melainkan anak pertama.ny (kakakku).
Terkadang saya berfikir, kenapa dia tidak pernah menghubungi saya? Apa karena
dia tidak menyayangi saya.
Ahh...
Tidak mungkin, mana ada seorang ibu yang tidak menyayangi buah hatinya.
Ku
tepis pikiran itu, mngkin saja karena saya yang cuek, jarang menghubunginya,
atau karena provider nomor ponsel kami berbeda. Yang selalu dia hubungi adalah
kakak saya (provider ponselnya sama).
Biarlah...
Yang
jelasnya dia selalu menanyakan kabar saya, apa saya sudah pulang atau belum
(kata kakak saya) setiap malam.
Saya
sangat merindukan saat-saat bersama beliau sebelum saya melanjutkan pendidikan
di makassar. Setiap pagi dia bangun pagi-pagi memasak untuk keluarganya,
membuat nasi goreng dan telur mata sapi buat saya. Beliau juga selalu membangunkan
saya untuk shalat subuh.
Setiap
pulang sekolah Waktu SMA, beliau selalu menjemput saya (kadang bergantian
dengan bapak saya). Kami pulang bersama, kadang singgah membeli makan sblm
plng, kadang di rumah kami menyiapkan makanan yg telah beliau buat sblm
brangkat ke kantor setiap pagi.
Sekarang
saya sangat sedih, ingin rasa.ny menangis mengingatnya karena merasa kehilangan
masa.masa itu.
Ku
panjatkan doa dan harapan.harapanku kepada sang pencipta untuk kesehatan dan
kebahagiaan beliau, tak lupa juga untuk bapak kuu tercinta di setiap sujudku
dan setiap dzikirk.
:
: : Catatan kecil yang sudah lama ku simpan untuk ibu : : :





