Rabu, 29 Februari 2012

SAYA dan LEMBAR PERSEMBAHAN

Ini tentang SAYA dan LEMBAR PERSEMBAHAN.
Sebuah artikel yang membuat saya tertarik untuk digunakan sebagai Lembar persembahan di semua Laporan Lengkap Praktikum. Artikel singkat namun memiliki makna yang tidak mudah untuk dimaknai (menurut SAYA). Mungkin bagi orang lain, ini mudah atau malah sangat mudah untuk dimaknai, namun Mereka bukanlah SAYA yang terbatas dalam mengetahui.
Mengapa harus artikel ini???
Pada Laporan Pertama, SAYA pikir karena tidak ada yang bisa dilampirkan sebagai persembahan. Namun, setelah Laporan Kedua dan Ketiga, timbul pertanyaan, “Mengapa bukan yang lain?”.
Ku jawab dengan pertanyaan, “Jangan tanyakan ‘Mengapa?’, itu pertanyaan yang mudah namun cukup sulit untuk dijawab dan dijelaskan.”
Ku coba untuk menjawab lagi, “Karena setelah dibaca, banyak kalimat yang membuat saya tertarik.”
Ini artikelnya :
Nabi Muhammad SAW bersabda “Perempuan adalah tiang agama, jika Perempuan rusak maka rusak pulalah Negara", sehingga Perempuan adalah makhluk yang sangat dijaga dan disayangi.
Tuhan menciptakan Perempuan dengan lembut agar mampu menjaga banyak anak saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua dilakukan cukup dengan dua tangan. Dia juga dapat menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.
Meskipun sosok Perempuan sangat lembut, akan tetapi dia memiliki kekuatan yang dapat mengatasi hal yang luar biasa. Perempuan tidak hanya mampu berpikir, tetapi mampu bernegosiasi. Air mata yang dimiliki Perempuan merupakan salah satu cara mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggan. Perempuan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, dia mampu mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya terjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, mampu berdiri melawan ketidakadilan.
Perempuan selalu bahagia ketika mendengar berita kelahiran, karena dengan begitu dia menjadi sosok yang lebih mulia yaitu menjadi seorang “IBU”. Akan tetapi di zaman sekarang ini, pergeseran pemikiran Perempuan mulai berubah, ada Perempuan yang berpikir menunda keturunan demi mengejar karier yang diimpikan, ada pula Perempuan yang tega membuang anaknya karena tak menginginkan kehadiran buah hatinya, dan itulah kekurangan Perempuan.
Tuhan menciptakan Perempuan dengan segala kelebihan, akan tetapi satu kekurangannya, “Dia Tak Sadar Bahwa Betapa Berharganya Dirinya”, hingga terkadang melupakan perannya sebagai “Perempuan”.
Sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, memiliki peran dari masing-masing sosok tersebut dan saling keterkaitan membangun sebuah kata yang dinamakan “CINTA”.
Cinta melahirkan buah hati yang menjadi anugerah terindah bagi orangtua terkhusus “Sang Ibu”. Lalu, siapakah dia??? Ibu adalah perpustakaan pertama bagi sang buah hati ketika belum mengenal dunia. Sosok Perempuan yang tak pernah letih merawat buah hatinya dengan lembut dan penuh cinta, membimbingnya hingga dewasa menjadi penerus yang berguna bagi bangsa dan Negara. Tak sekata keluhan pun keluar dari bibir mungilnya, meski sang buah hati kadang membantah perkataannya, tak mengikuti nasihatnya, atau bahkan melampiaskan kemarahannya hingga kata hinaan pun terdengar ditelinganya, tapi Ibu tak pernah membalas perbuatan buah hatinya, dia tetap menyayangi dengan kelembutan hatinya.
Kasih sayang yang tulus tiada tara, selembut sutra dan kilauan berlian nan indah. Ketika tubuh ibu terasa tak kuat untuk menopang dirinya, dia tetap memberikan kehangatan bagi buah hatinya, mendekapnya dengan kemesraan cinta. Cinta yang tiada henti dan tak terhitung bagaimana luasnya dari Sang Ibu kepada buah hatinya, hingga hanya ada satu kalimat untuknya, “Maafkan buah hatimu ibu, Aku Sayang Ibu”.
“Cukup singkat namun penuh makna.” Hanya itu yang bisa saya ungkapkan saat ini. Masih banyak ungkapan yang belum terucap, mungkin suatu saat nanti (tidak tahu kapan).
Satu alasan (mungkin) yang paling kuat untuk menjawab pertanyaan tadi yaitu, karena artikel ini memberikan pengetahuan tentang Perempuan (adalah SAYA sendiri) dan SAYA sangat rindu akan kehadiran IBU yang tidak berada di samping saya sekarang.
Cinta yang tidak terbatas kepada Tuhan, Orang tua, saudara, keluarga, teman dan semuanya… serta untuk dirimu yang memberikan semangat untuk menulis apa saja (si Penulis).

0 comments:

Posting Komentar

Ayusti Dirga. Diberdayakan oleh Blogger.