Sabtu, 27 Desember 2014

SESUATU: Tak Seperti Biasanya

Sabtu Pagi, 13 Desember 2014, Nulis Bareng Sobat (NBS) Tim B di SD Paccinang Makassar memasuki pertemuan keenam. Tak seperti biasanya, saya datang lebih cepat dari biasanya, lebih cepat dari teman-teman tim B yang lain. Sekitar pukul 09.00 WITA, relawan yang hadir baru ada lima orang yaitu Saya, Ummy, Icha dan Fany dari Tim A, dan relawan baru namanya Sari.

Tepat pukul 9.30, bel sekolah berbunyi tanda anak-anak masuk ke kelas. Kami masuk ke kelas dan mulai beraksi dengan beberapa hal yang telah direncanakan. Tema pertemuan keenam bersadarkan panduan yang telah diberikan yaitu menulis dan bercerita tentang keadaan lingkungan sekolah. Tetapi dikarenakan hal-hal yang telah dipertimbangkan setelah rapat koordinasi dan evaluasi yang dilakukan pekan lalu, Tim B bersepakat untuk mengevaluasi penulisan dan pemilihan kata anak-anak. Salam pembuka pertemuan kali ini lebih bersemangat dari biasanya membuat anak-anak ikut bersemangat pula. Kami menerapkan aturan kelas agar kondisi kelas bias dikendalikan dan lebih teratur. Aturan kelas yang diterapkan antara lain, tidak boleh ribut dan mengganggu teman. Anak yang aktif dan patuh terhadap aturan akan mendapat “sesuatu” dan yang tidak mematuhi aturan akan mendapat hukuman.

IMG-20141214-WA025
Semangat anak-anak kelas IVB

Aturan kelas mulai diterapkan dan kami mulai mengevaluasi tulisan anak-anak. Pada umumnya, kesalahan anak-anak terletak pada penulisan kata pada awal kalimat yang seharusnya menggunakan huruf kapital. Kesalahan yang lain terletak pada penulisan kata depan di- dan ke- yang menunjukkan kata tempat yang seharusnya terpisah. Pemilihan kata penghubung juga masih ada yang salah serta penulisan beberapa kata masih ada yang kurang jumlah hurufnya. Sebagian anak paham dengan penjelasan kami, tapi masih ada juga yang bingung. Karena masih banyak yang bingung, kami selingi penjelasan dengan Ice breaking “bim-bang-biri” agar membuat anak-anak lebih bersemangat dan fokus. Untuk mengevaluasi tulisan anak-anak, kami memberikan tugas menulis di rumah tentang ujian mereka yang beberapa hari lagi akan berlangsung dan akan diperiksa pada pertemuan selanjutnya.
Permainan membaca, mendengarkan dan menebak, hal yang paling membuat anak-anak lebih antusias lagi. Seorang ke depan kelas membaca tulisannya, anak yang lain mendengarkan dengan baik dan mereka menebak jawaban yang ditanyakan oleh relawan berdasarkan tulisan yang dibaca.

https://aiucious.files.wordpress.com/2014/12/img-20141214-wa0221.jpg
Rangking 1 pekan ke-6
Dari beberapa permainan itu,kami memilih anak yang berhak mendapat “sesuatu”. Anak itu bernama Arif. Tenang dan aktif menjawab serta mematuhi peraturan. Banyak yang protes, tapi kami mulai menenangkan mereka. Rangking 1 akan digilir setiap pertemuan, siapa yang mematuhi peraturan dan aktif, dia yang akan mendapatkan predikat Rangking 1.

Senin, 08 Desember 2014

HUJAN, PUTRI DAN KENANGAN

Hari yang dimulai dengan matahari dari timur yang malu-malu menampakkan dirinya. Awan-awan hitam dari barat dengan gagah berani seperti para penjajah yang siap bertempur untuk menjajah indahnya langit biru dan menghalangi sinar matahari masuk ke atmosfer bumi. Dedaunan yang masih menyisakan air hujan kemarin. Anak-anak berseragam yang mempercepat langkahnya agar hujan tidak menjadi alasan mereka terlambat ke sekolah masing-masing.

Photo0061
Hujan membawa kenangan :I

Seperti hari biasanya Puteri bergegas dari posisi ternyamannya untuk sebuah kewajiban sebagai saudara yang baik. Puteri mengantar saudaranya untuk mendapatkan transportasi ke tempat kuliahnya, sudah menjadi kebiasaan yang rutin setiap minggu. Setelah melaksanakan tugasnya, Puteri langsung pulang ke rumah dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Hampir pukul 10.00 WITA, Puteri bersiap-siap ke kampus dan ternyata hujan. Niat yang tadinya terkumpul dengan baik, kini terhambur seperti tetesan-tetesan air hujan dari langit. Pakaian yang sudah rapi diganti secepatnya dan Puteri bergegas melanjutkan pekerjaannya.

Jarum jam menunjukkan pukul 15.00 WITA dan langit masih gelap dengan awan hitam yang menghiasinya. Puteri menyalakan dan mengotak-atik file-file yang ada di laptopnya. Dia buka album foto yang ada di dalam salah satu folder-nya.

Kutipan Perempuan Mencatat Kenangan
Teringat tentang buku yang pernah Puteri baca setahun lalu, “Perempuan Mencatat Kenangan”. Buku yang menceritakan tentang perempuan-perempuan hebat yang menceritakan kenangan-kenagan bersama orang-orang terdekatnya, seperti orang tua, saudara, sahabat, teman dekat (kekasih) dan orang-orang yg hidup di masa lalu mereka. Saat itu pula Puteri seperti sedang berziarah bersama kenangan-kenangan masa lalu bersama orang-orang terdekatnya. Suka duka, tawa dan tangis yang pernah Ia alami hanya menjadi kenangan yang sewaktu-waktu hanya dapat diingat saja namun tak akan pernah dirasakan kembali. Kenangan hanya akan menjadi kenangan, tak perlu didalami dan disesali lagi tapi hanya bias diambil sebagai pelajaran untuk kedepannya saja.

Tersadarkan oleh sebuah nada dering tanda panggilan masuk, Puteri segera menyudahi ziarah kenangannya dan seperti ada mesin waktu kembali ke masa sekarang dan berpikir apa yang akan dilakukan ke depannya. Mata tertuju ke jam dinding yang menunjukkan pukul 17.00 Wita, tanda sebuah kewajiban harus dilaksanakan lagi.

SENIN, 8 Desember 2014
pukul 22.10 WITA
Ayusti Dirga. Diberdayakan oleh Blogger.