Hari yang dimulai dengan matahari dari timur yang malu-malu menampakkan
dirinya. Awan-awan hitam dari barat dengan gagah berani seperti para
penjajah yang siap bertempur untuk menjajah indahnya langit biru dan
menghalangi sinar matahari masuk ke atmosfer bumi. Dedaunan yang masih
menyisakan air hujan kemarin. Anak-anak berseragam yang mempercepat
langkahnya agar hujan tidak menjadi alasan mereka terlambat ke sekolah
masing-masing.
![]() |
| Hujan membawa kenangan :I |
Seperti hari biasanya Puteri bergegas dari posisi ternyamannya untuk
sebuah kewajiban sebagai saudara yang baik. Puteri mengantar saudaranya
untuk mendapatkan transportasi ke tempat kuliahnya, sudah menjadi
kebiasaan yang rutin setiap minggu. Setelah melaksanakan tugasnya,
Puteri langsung pulang ke rumah dan melanjutkan pekerjaannya yang
tertunda. Hampir pukul 10.00 WITA, Puteri bersiap-siap ke kampus dan
ternyata hujan. Niat yang tadinya terkumpul dengan baik, kini terhambur
seperti tetesan-tetesan air hujan dari langit. Pakaian yang sudah rapi
diganti secepatnya dan Puteri bergegas melanjutkan pekerjaannya.
Jarum jam menunjukkan pukul 15.00 WITA dan langit masih gelap dengan
awan hitam yang menghiasinya. Puteri menyalakan dan mengotak-atik
file-file yang ada di laptopnya. Dia buka album foto yang ada di dalam
salah satu folder-nya.
![]() |
| Kutipan Perempuan Mencatat Kenangan |
Teringat tentang buku yang pernah Puteri baca setahun lalu,
“Perempuan Mencatat Kenangan”. Buku yang menceritakan tentang
perempuan-perempuan hebat yang menceritakan kenangan-kenagan bersama
orang-orang terdekatnya, seperti orang tua, saudara, sahabat, teman
dekat (kekasih) dan orang-orang yg hidup di masa lalu mereka. Saat itu
pula Puteri seperti sedang berziarah bersama kenangan-kenangan masa lalu
bersama orang-orang terdekatnya. Suka duka, tawa dan tangis yang pernah
Ia alami hanya menjadi kenangan yang sewaktu-waktu hanya dapat diingat
saja namun tak akan pernah dirasakan kembali. Kenangan hanya akan
menjadi kenangan, tak perlu didalami dan disesali lagi tapi hanya bias
diambil sebagai pelajaran untuk kedepannya saja.
Tersadarkan oleh sebuah nada dering tanda panggilan masuk, Puteri
segera menyudahi ziarah kenangannya dan seperti ada mesin waktu kembali
ke masa sekarang dan berpikir apa yang akan dilakukan ke depannya. Mata
tertuju ke jam dinding yang menunjukkan pukul 17.00 Wita, tanda sebuah
kewajiban harus dilaksanakan lagi.
SENIN, 8 Desember 2014
pukul 22.10 WITA



0 comments:
Posting Komentar