Salah satu bentuk pengalihan masalah yang saya lakukan adalah dengan mencoba menyibukkan diri, mencoba melakukan hal-hal yang bisa membuat saya lupa akan masalah yang terjadi.
Ada hal yang membuat saya sangat teralihkan, tapi itu bukan dalam bentuk kegiatan ataupun kesibukan yang menyita waktu, hal itu adalah Dirimu.
Dirimu yang hadir ketika ku mengikuti sebuah kegiatan yang membuatku sangat tertarik karena keinginanku untuk belajar berkata-kata dalam tulisan. Bisa dikatakan waktu itu pertama kali ku melihat dirimu.
Tampak baik, biasa saja dan cukup manis, itu hal pertama ku lihat. Setelah beberapa kali berinteraksi secara tidak langsung, ketertarikan itu muncul. Tertawa sendiri seperti orang gila. Dirimu sebagai penyemangatku #CEMUNGUD!!!. Rasa canggung hadir dan tak berani menatapmu ketika kita bertemu. Sering ku tulis tentang dirimu di twit, tapi mungkin dirimu tidak paham dan tidak tahu tentang itu.
Suatu hari, kegilaan datang padaku, ku ungkapkan rasa suka dan kagum pada dirimu, pertama memang ku bertele-tele, tapi pada akhirnya kejujuran pun datang. Dirimu bertanya pada ku, 'kenapa bisa?'. Pertanyaan itu memang mudah, tapi jawabannya sangat susah diungkapkan karena saya tak tahu apa jawabannya. Dirimu ucapkan terima kasih banyak untuk itu.
Beberapa hari kemudian, di sebuah momen Perjuangan, temanku berkata padaku, 'ehh, ada si penulis' (sebutan untuk dirimu), ku cari-cari tapi mataku tak bisa menangkap sosokmu. Setelah lama ku mencari, dirimu terlihat oleh ku, ku berusaha untuk mendekat (pura-pura tak melihatmu) dan akhirnya dirimu menghampiriku dan menyapaku 'tosss'. Kau meminta maaf padaku karena tidak membalas smsku. Dan ku bilang tidak apa-apa. Rasa canggung dan malu-malu pun bertambah.
Ketika ku memberitahu hal itu padamu, kau bilang santai saja. Dan saya pun seharusnya santai. Yayayaaahhh santai :)
Kadang ku berpikir, dirimu pun sama dengan apa yang ku rasakan, tapi kadang pula ku pesimis dengan itu. Tapi ada orang yang sering meyakinkan diriku untuk tetap percaya dengan ke-optimis-an itu.
Terakhir kita bertemu, dirimu tampak kurang sehat tapi masih saja sempat untuk menerima ajakan ku. Merasa senang, itu pasti. Menghabiskan waktu melihat pertunjukan bersama, sangat menyenangkan. Terima kasih ;)
Si penulis...
Itulah dirimu, walau kau tidak merasa itu adalah dirimu...
Ada satu hal yang ingin ku tanyakan padamu, apakah 'kau' dalam tulisanmu itu adalah perempuan yang menulis surat ini??? (maap ketika rasa keGEERan itu muncul).

0 comments:
Posting Komentar