Sabtu pagi di pekan ke-2 Oktober 2014.
Langit Makassar yang cerah seperti biasanya dan sinar matahari yang
seakan menjamah kulit dengan panasnya. Niat dan tekad yang telah
terkumpul penuh, langkah kaki yang tak meragu lagi, menuntun kaki ini ke
salah satu Sekolah Dasar di Makassar. SD Paccinang Makassar, Letak
sekolah yang tidak terlalu jauh dan mudah diakses membuat semangat lebih
meningkat.
Setelah tiba di depan sekolah, ternyata jam istirahat berlangsung.
Ada yang berlarian dan saling mengejar, ada yang ke kantin, dan ada yang
hanya duduk melihat teman-temannya bermain. Saat masuk ke pekarangan
sekolah, sekilas teringat dengan masa seperti ini, walau tak akan
kembali lagi tapi masih menyenangkan untuk diziarahi kembali. Kemudian,
saya melangkahkan kaki menuju kelas yang akan menjadi tempat berbagi dan
belajar menulis bersama sobat-sobat kecil.
Saling menyapa sesama relawan dan sobat-sobat kecil yang sesekali
mencuri perhatian karena lucu dan menggemaskan, membuat suasana menjadi
hangat. Mungkin saja anak-anak itu menerka-nerka, apa yang kami akan
lakukan di sekolah mereka. Mungkin karena penasaran, beberapa anak
perempuan datang dan bertanya pada saya. Tentunya saya menanyakan
namanya satu persatu terlebih dahulu. Perbincangan berakhir sampai bel
berbunyi, tanda jam istirahat telah usai dan siap masuk ke kelas untuk
belajar, dan ternyata tim B hanya saya seorang. Sempat panik tapi untung
ada teman –teman tim A yang berbaik hati membantu.
Ruangan kelas sederhana yang masih layak di pakai sebagai tempat
belajar, Lampu yang sedikit redup tak membuat semangat untuk saling
berbagi dan belajar berkurang. Saat melangkah masuk ke dalam kelas,
semua diam dan mungkin heran kenapa bukan guru mereka yang mengajar.
Salam yang saya ucapkan dijawab dengan suara yang sangat bersemangat.
Ibu Ayus, kata “ibu” yang akan terus melekat sampai kegiatan ini
berakhir enam bulan ke depan, membuat saya merasa sedikit canggung
mengucapkannya. Saya menjelaskan sedikit tujuan kedatangan saya dan
teman-teman masuk ke kelas mereka. Setalah perkenalan teman-teman
relawan, kami membagikan kertas dan gambar. Mereka harus mengarang dan
menulis cerita yang berhubungan dengan gambar.
Ada yang suka mengarang dan ada juga yang kurang suka. Teman-teman
menjelaskan apa yang akan mereka tulis di kertas. Ada yang bingung dan
bertanya, ada juga yang cepat menanggapi dan langsung menulis kertasnya.
Saya dan teman-teman memerhatikan mereka saat menulis, masih banyak
yang bingung dan kami menjelaskan kepada mereka dengan bahasa yang mudah
dimengerti dan sesekali memberi contoh.
Setelah beberapa menit, hasil karangan yang mereka tulis dikumpul dan
dilanjutkan dengan beberapa permainan. Suasana kelas kembali meriah,
mereka tampak senang dan ceria. Bel berbunyi, tanda pertemuan di kelas
berakhir. Alhamdulillah, akhirnya pertemuan pertama berjalan lancar.
Semoga ke depannya lebih diberi kelancaran lagi.
TIM B NBS#2 2014 SD PACCINANG MAKASSAR
Makassar, 11 Oktober 2014


0 comments:
Posting Komentar