Jumat, 30 Januari 2015

Hai, Sang Pemilik Hati!



Selamat Pagi, Sang Pemilik Hati!

Hai, bagaimana kabarmu di sana? Sudah berapa hari kita tidak bertemu? Maaf, saya lupa untuk menghitung harinya, dan saya memang tidak ingin menghitungnya. Terakhir kita bertemu saat saya mampir sebentar ke tempatmu untuk membawakanmu sesuatu yang kau minta sebelumnya. Tempat yang kau jadikan sebagai rumah kedua bagimu, rumah yang selalu menjadi tempatmu kembali.

Pagi itu, wajahmu tampak lelah. Wajar saja kau lelah, begadang untuk suatu pekerjaan yang telah lama kau ikuti dan menyita sedikit kebebasanmu, kan? Tapi, kau tidak menunjukkannya di depanku. Kita memang sama, suka menyembunyikan rasa khawatir masing-masing. Saya tidak ingin menambah rasa itu dengan rasa yang sama. Kita memang pintar dalam menjaga rasa seperti itu, kan?

Apakah saya berbuat sesuatu yang salah? Ataukah tidak terbersit dipikiranmu untuk memikirkanku sedetik pun? Setiap hari sejak kau berangkat ke kota sebelah, telpon atau deretan kata dalam sms pun tak ada. Saat ku hubungi nomor teleponmu, hanya suara perempuan yang terdengar, “nomor yang Anda tuju sedang sibuk atau berada di luar jangkauan”. Saya memang bodoh, berharap berlebih untuk mendengar suaramu. Saya bodoh karena saya tahu kalau di sana jaringan operator yang kita gunakan memang susah untuk didapat. Tapi, apakah saya salah karena hanya ingin mendengar suaramu? Salahkah kalau saya ingin menceritakan hari-hariku saat kau tak di kota ini?

Saya menulis surat ini karena saya ingin kau tahu apa yang saya lakukan beberapa hari ini. Beberapa hari ini terasa tak seperti hari biasanya. Ada yang kurang, Raga dan kabarmu. Kau tahu kalau dua hari saya hanya tinggal di rumah saja? Tahukah kau kalau saya sakit? Yah, dua hari ini saya tidak ke mana-mana, saya hanya tinggal di rumah karena saya sakit. Tapi jangan khawatir, dua hari itu saya habiskan bersantai dan menonton Drama Korea saja, sedikit menghabiskan waktuku untuk memikirkan atau mengkhawatirkanmu.

Surat ini adalah surat pertamaku di proyek menulis #30HariMenulisSuratCinta bersama teman-temanku. Saya belum cerita yah? Maaf tak memberitahumu terlebih dahulu. Proyek menulis ini saya terima dari teman karena saya ingin mencoba untuk belajar menulis, dan melatih konsistensi dalam menulis selama 30 hari. Alasan saya yang lain karena saya iri padamu. Saya juga ingin menulis sepertimu, menggambarkan apa yang saya alami dan saya lihat di sekitarku dalam tulisan. Jadi, doakan saya yah!





Tertanda,

Perempuan Sederhanamu

2 comments:

Bukan Blog Biasa mengatakan...

Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

Unknown mengatakan...

salam kenal..
Terima kasih...
dan jangan bosan yah :)

Posting Komentar

Ayusti Dirga. Diberdayakan oleh Blogger.