Selamat Pagi, Sang Pemilik Hati!
Hai, bagaimana
kabarmu di sana? Sudah berapa hari kita tidak bertemu? Maaf, saya lupa untuk
menghitung harinya, dan saya memang tidak ingin menghitungnya. Terakhir kita
bertemu saat saya mampir sebentar ke tempatmu untuk membawakanmu sesuatu yang
kau minta sebelumnya. Tempat yang kau jadikan sebagai rumah kedua bagimu, rumah
yang selalu menjadi tempatmu kembali.
Pagi itu,
wajahmu tampak lelah. Wajar saja kau lelah, begadang untuk suatu pekerjaan yang
telah lama kau ikuti dan menyita sedikit
kebebasanmu, kan? Tapi, kau tidak menunjukkannya di depanku. Kita memang sama,
suka menyembunyikan rasa khawatir masing-masing. Saya tidak ingin
menambah rasa itu dengan rasa yang sama. Kita memang pintar dalam menjaga
rasa seperti itu, kan?
Apakah saya
berbuat sesuatu yang salah? Ataukah tidak terbersit dipikiranmu untuk
memikirkanku sedetik pun? Setiap hari sejak kau berangkat ke kota sebelah,
telpon atau deretan kata dalam sms pun tak ada. Saat ku hubungi nomor teleponmu,
hanya suara perempuan yang terdengar, “nomor yang Anda tuju sedang sibuk atau
berada di luar jangkauan”. Saya memang bodoh, berharap berlebih untuk mendengar
suaramu. Saya bodoh karena saya tahu kalau di sana jaringan operator yang kita
gunakan memang susah untuk didapat. Tapi, apakah saya salah karena hanya ingin
mendengar suaramu? Salahkah kalau saya ingin menceritakan hari-hariku saat kau
tak di kota ini?
Saya menulis
surat ini karena saya ingin kau tahu apa yang saya lakukan beberapa hari ini. Beberapa
hari ini terasa tak seperti hari biasanya. Ada yang kurang, Raga dan kabarmu. Kau
tahu kalau dua hari saya hanya tinggal di rumah saja? Tahukah kau kalau saya
sakit? Yah, dua hari ini saya tidak ke mana-mana, saya hanya tinggal di rumah
karena saya sakit. Tapi jangan khawatir, dua hari itu saya habiskan bersantai
dan menonton Drama Korea saja, sedikit menghabiskan waktuku untuk memikirkan
atau mengkhawatirkanmu.
Surat ini adalah
surat pertamaku di proyek menulis #30HariMenulisSuratCinta bersama
teman-temanku. Saya belum cerita yah? Maaf tak memberitahumu terlebih dahulu. Proyek
menulis ini saya terima dari teman karena saya ingin mencoba untuk belajar
menulis, dan melatih konsistensi dalam menulis selama 30 hari. Alasan saya yang
lain karena saya iri padamu. Saya juga ingin menulis sepertimu, menggambarkan
apa yang saya alami dan saya lihat di sekitarku dalam tulisan. Jadi, doakan
saya yah!
Tertanda,
Perempuan Sederhanamu


2 comments:
Baru mampir udah suka sama tulisannya :)
salam kenal..
Terima kasih...
dan jangan bosan yah :)
Posting Komentar