Minggu, 01 Februari 2015

Februari Bercerita Tentang Akhir Januari



Teruntuk kamu yang setia.
 Perjalanan kemarin sungguh melelahkan. Perjalanan yang memerlukan waktu kurang dari 2 jam mengendarai motor bersama kawan karibku. Melewati jalan yang tidak mulus dan berbelok-belok. Sepanjang jalan, saya hanya berpikir, kapan saya sampai? Kapan kita bertemu? Saya sudah tak sabar. Jalanan aspal yang sedikit berlubang dan berair membuat saya harus berkendara dengan hati-hati. Jalanan berbelok-belok tanpa ada lampu jalan, hutan-hutan yang menyeramkan dan rumah penduduk yang bisa dihitung dengan jari membuat saya sedikit takut. Setelah sampai di sana, saya tidak menyangka kalau kami harus jalan sejauh kurang lebih 200 meter untuk sampai di tempatmu berada karena jalanan berlumpur dan sangat terjal. Dengan penerangan yang seadanya, kami berjalan dan berpegangan pada pagar-pagar pembatas agar tidak terpeleset dan terjatuh. Melelahkan memang. Sangat melelahkan, namun mengunjungimu bisa menghapus rasa lelahku, atau lebih tepatnya rasa lelah merindukanmu.

 Tahukah kamu saat kita bertemu, saya sangat ingin memelukmu? Yah, memelukmu dengan erat. Tapi tenang, itu hanya di alam pikiranku saja. Saya sadar kalau kita harus bersabar sampai saatnya Tuhan menyatukan kita. Saat sampai ke tempatmu, yang saya lihat hanya kumpulan orang-orang yang sedang menonton sebuah pertunjukan. Mata saya belum menangkap wajahmu. Radar saya juga belum menangkap signal keberadaanmu. Kamu terlihat setelah acara itu selesai. Jelas saja kamu tak terlihat, kamu ada di belakang orang-orang itu, seperti bersembunyi dan menunggu Tuhan memberi kesempatan buat kita untuk bertemu. Seorang teman memberi tahu padamu tentang kedatanganku. Ku dengar kamu mencariku, dan selang beberapa menit, saya menghampirimu. Akhirnya kita bertemu. Akhirnya rencana menghabiskan hari terakhir Januari bersama terealisasikan.

Senang rasanya saya bisa mengunjungimu kemarin.  Walau tak lebih dari 8 jam kita bersama, tapi setidaknya rencana kita bisa terwujud. Terima kasih, Tuhan. Di penghujung Januari ini memang menyenangkan. Sangat menyenangkan.

Hari ini awal februari. Bagaimana kabarmu hari ini? Bagaimana kegiatanmu di sana? Lancar, kan? Apakah istirahatmu cukup? Maaf kalau saya terlalu banyak tanya dan saya tidak bisa berlama-lama di sana untuk menemanimu. Saya sudah mengagendakan beberapa kegiatan yang akan saya ikuti hari ini sebelumnya. Tanggung jawab sebagai manusia yang peduli akan tugas yang telah diembankan dan ini tanggung jawab sosial. Masihkah kamu semangat untuk menyemangatiku, lelaki sang pemilik hatiku? Masihkah kamu mau menyemangati perempuan sederhanamu yang sedang tergeletak sakit ini? Masihkah kamu mau menjaga perempuan sederhanamu yang lalai menjaga kesehatannya? Semoga kamu sabar dan setia.

Tertanda,

Perempuan penampung semangatmu

1 comments:

Unknown mengatakan...

terima kasih :)

Posting Komentar

Ayusti Dirga. Diberdayakan oleh Blogger.